Pelatihan Pelopor dan Pelapor bagi Fonago

Selasa (21/1) dilaksanakan pembukaan pelatihan pelopor dan pelapor bagi Fonago (Forum Anak Godean). Kegiatan yang difasilitasi dari dana PUPM Kabupaten Sleman ini dilaksanakan selama dua hari (21-22) di Pendopo Kecamatan Godean dengan peserta kurang lebih 60 orang. Anggota Fonago terdiri dari pelajar SMP dan SMA/sederajat di wilayah Kecamatan Godean.

Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Godean Bapak Setya Firmanta, S.Sos M.Eng menjadi narasumber pertama. Hal-hal yang beliau sampaikan antara lain mengingatkan kembali tujuan Forum Anak dibentuk yaitu sebagai wadah anak-anak untuk menyampaikan keinginan dan kebutuhan kepada Pemerintah. Atau dengan kata lain anak-anak diajak untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten sleman. Keinginan itu dapat disampaikan dalam Musrenbang tingkat Desa dan Kecamatan, ungkap Firman. Terkait dengan kegiatan pelatihan pelopor dan pelapor Firman menyampaikan pesan bahwa anggota Fonago diharapkan menjadi pelopor dalam hal mengajak kebaikan. Terutama yang ada hubungannya dengan hak anak. Selain itu, anggota Fonago juga diharapkan melaporkan sekecil apapun ketidakadilan yang dialami anak-anak di wilayah Kecamatan Godean. Sebagai pelapor anggota Fonago harus memiliki sikap berani, pesannya.

Narasumber selanjutnya dari Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sumarni, S.Sos. Salah satu poin yang beliau sampaikan adalah Forum anak diharapkan turut serta dalam mewujudkan Kabupaten Sleman Layak Anak melalui upaya mencegah pernikahan anak. Batas usia anak adalah 18 tahun, jadi jangan buru-buru ingin menikah pesan Sumarni.  Hal ini menjadi penting karena angka pernikahan anak di Sleman sangat tinggi, yang menyebabkan angka perceraianpun tinggi. Slogan mencegah pernikahan anak yaitu “miliki ijazah sarjana dulu, ijabsah kemudian”, lanjutnya.

Selain mendengarkan paparan, kegiatan lain yang cukup menarik yaitu anggota fonago yang hadir dibagi dalam beberapa kelompok kemudian berdiskusi membahas permasalahan dan inisiatif sebagai pelopor dan pelapor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *