Kunjungan Study Komparatif dari Pemkab Lombok Timur ke Kecamatan Godean

Kamis, tanggal 4 Mei 2017 Kecamatan Godean mendapat kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rombongan berjumlah 18 orang terdiri dari Kabag Administrasi Pemerintahan, Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Lombok Barat selaku ketua rombongan, unsur Kecamatan se-Kabupaten Lombok Barat dan Kasubag Bina Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Barat.

Adapun maksud dan tujuan kunjungan itu adalah melakukan sharing informasi dan masukan peran Kecamatan dalam mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Continue reading

Penderita DB Meningkat, Wakil Bupati Sleman Ajak Galakkan PSN dan Jumantik

Tim Kelompok Kerja Operasional Demam Berdarah Dengue (Pokjanal) DBD Kabupaten Sleman beserta Tim Pokjanal DBD Kecamatan Godean pada Jumat, 10 Maret 2016  melaksanakan monitoring jentik di wilayah Dusun Senuko, Desa Sidoagung, Kecamatan Godean. Wakil Bupati Sleman Dra.Hj. Sri Muslimatun, M.Kes berserta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr.Nurulhayah, M.Kes turut hadir dalam kegiatan ini.

Berdasarkan data yang diperolehdari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, terdapat 126 kasus DBD dan Kecamatan Godean menempati posisi nomor dua dengan penderita DBD paling banyak se-kabupaten Sleman. Dilaporkan pula bahwa pada tahun 2016 terdapat 520 orang terjangkit DBD dan 9 orang meninggal dunia di wilayah Kabupaten Sleman. Bahkan berdasarkan data, 50% anggaran dari jamkesda digunakan untuk membiayai kasus DBD yang rawat inap di RS.

Hal inilah yang kemudian menjadi keprihatinan bersama. Oleh karena itu Wakil Bupati Sleman menghimbau Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Jumantik digalakkan ke desa-desa. Beliau menyampaikan bahwa cara efektif untuk mencegah DBD adalah gerakan 3M dan meningkatkan PHBS. Adapun fogging bukan cara efektif menanggulangi DBD.Dalam pelaksanaan monitoring jentik di Dusun Senuko, Desa Sidoagung, diperoleh data bahwa dari 166 rumah yang dimonitor, 23 positif terdapat jentik, dengan Angka Bebas Jentik : 86,14%.

Harapannya Gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan Gerakan Jumat Bersih (GJB ) diharapkan dapat mengurangi jumlah korban DBD di Dusun Senuko, selain itu juga untuk menanamkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kebersihan dan kepeduliannya pada lingkungan.

Pelaksanaaan Musrenbang Kabupaten tahun 2017 di Kecamatan Godean

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sleman di Kecamatan Godean telah digelar pada Rabu, 1 Februari 2017 lalu, yang bertempat di Ruang Rapat Kecamatan Godean. Kegiatan dimulai pada Pukul 09.00 WIB dengan dihadiri oleh Muspika, perwakilan desa, perwakilan UPTD  di Kecamatan Godean, Ketua Kelompok Organisasi Masyarakat, serta tokoh masyarakat. Acara dibuka oleh Camat Godean, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh Anggota DPRD Bapak Sofyan Darmawan dan Perwakilan Bappeda Kabupaten Sleman serta diskusi dan perumusan usulan kegiatan.

Musrenbang Kecamatan ini merupakan forum yang penting karena merupakan forum yang bertujuan untuk menjaring usulan masyarakat. Dimana usulan tersebut akan menjadi bahan dalam perumusan Renja SKPD dan RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2018. Sehingga masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk dapat memasukkan usulan dalam pembangunan desa. Selain itu,  diharapkan partisipasi warga masyarakat untuk bersama-sama merumuskan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang nantinya akan diusulkan melalui Musrenbang Kabupaten.

Disampaikan pula bahwa besaran Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) tahun 2018 untuk per Kecamatan terbatas, berkisar antara 1-2 miliar. Sedangkan untuk Kecamatan Godean nilai PUPM untuk tahun 2018 sebesar 2.516.000.000. PUPM sendiri adalah jumlah dana untuk perencanaan pembangunan daerah tahun yang akan datang yang dialokasikan di setiap kecamatan, dimana usulan jenis program dan kegiatannya akan dibahas pada saat pelaksanaan Musrenbang Kecamatan. Dengan terbatasnya dana PUPM Kecamatan diharapkan untuk dapat selektif dalam menyusun prioritas pembangunan yang akan diusulkan.

Mencermati usulan Musrenbang yang dibahas pada Musrenbang Kecamatan lalu, bahwa kegiatan non fisik yang diusulkan melalui PUPM di Kecamatan Godean masih kurang dari 20%. Sesuai Juknis PUPM kegiatan non fisik minimal 20% dari total anggran PUPM , sementara sisanya diperuntukkan bagi kegiatan fisik. Oleh karena itu akan dilaksanakan pencermatan usulan prioritas kembali mengingat banyak kegiatan non fisik yang belum bisa terakomodir dalam rekapan usulan prioritas program kegiatan tahun 2018 di Kecamatan Godean

 

Penyampaian SPPT PBB-P2 Tahun 2017 di Wilayah Kecamatan Godean

Acara ini dilaksanakan pada Senin, 23 Januari 2017 dan merupakan tindaklanjut dari acara Penyampaian SPPT PBB-P2 Tahun 2017 secara simbolis pada tanggal 17 Januari 2017 yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Mereview tahun 2016 bahwa Kecamatan Godean mempunyai NOP sebanyak 40.705, dengan tagihan Rp.2.173.873.486,- dan realisasi pembayaran PBB-P2 sebesar Rp.1.640.748.274,- yang artinya bahwa realisasi PBB-P2 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mekanisme penyampaian SPPT PBB-P2 sampai ke wajib pajak adalah ketugasan Kepala Desa beserta perangkat desa dan bapak/ibu dukuh di wilayah Godean. Harapannya di triwulan I tahun 2017 SPPT PBB-P2 sudah tersampaikan semua kepada wajib pajak di wilayah Kecamatan Godean.  Penyampaian SPPT PBB-P2 kepada wajib pajak paling lambat tanggal 30 Maret 2017, pelayanan permohonan pemutakhiran data SPPT PBB-P2 dilayani sampai tanggal 31 Juli 2017 dan jatuh tempo pembayaran PBB-P2 tanggal 30 September 2017.

Adapun untuk ketetapan PBB P2 tahun 2017 di Kabupaten Sleman tidak ada kebijakan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB-P2, Pokok Ketetapan PBB-P2 tahun 2017 Kabupaten Sleman sejumlah Rp. 79,4 milyar sedangkan untuk pokok Ketetapan PBB-P2 Kecamatan Godean sejumlah Rp.2,2 milyar.

Pada pertemuan ini Camat Godean juga mengapresiasi 8 Padukuhan yang ditahun 2016 sudah lunas awal yakni padukuhan Kliwonan, Pare IV, Kwagon, Simping, Berjo Kidul, Kramen, Bantut, dan Ngrenak Lor. Dengan disampaikannya piagam lunas awal PBB oleh Camat diharapkan dapat memotivasi padukuhan-padukuhan lainnya yang belum pernah lunas awal.