Meriah, Warna Warni Kirab Budaya Merti Desa Godean 2016

Suasana berbeda tampak terlihat di sekitar Jalan Godean kilometer 8, Minggu 28 Agustus 2016. Saat itu jalanan tampak diramaikan oleh warna-warni umbul-umbul, lampion, ogoh-ogoh, serta kostum yang dikenakan oleh para peserta Kirab Budaya Merti Desa se-Kecamatan Godean tahun 2016.

C360_2016-08-28-18-25-26-404 Kirab budaya Merti Desa yang ke-8 ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Sidoagung sebagai tuan rumah penyelenggara Merti Desa se-Kecamatan dan diikuti oleh kurang lebih 10.000 peserta yang terdiri dari berbagai golongan masyarakat dan  komunitas di Kecamatan Godean.

C360_2016-08-30-07-46-48-951Selain ogoh-ogoh dan lampion yang meramaikan kirab budaya ini, barisan bregodo tiap desa juga turut meramaikan acara ini.

C360_2016-08-28-18-37-02-929

C360_2016-08-28-19-32-10-071Parade Kirab Budaya Merti Desa ini dilepas oleh Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosbud dan Kemasyarakatan Drs. Bayu haryana, M.Si di Lapangan Klajuran, Sidokarto dan berakhir di Lapangan Ahmad Zaini, Sidoagung.

Warga Godean Ngaji Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng

IMG_22446459162398[1] Dinginnya udara malam akhir-akhir ini tak mematahkan semangat Warga Godean dalam mendengarkan tausiyah Cak Nun dan Kyai Kanjeng. Kamis (25/8/2016) .

Pengajian di Lapangan Ahmad Zaini Godean dalam rangka Merti Desa se-Kecamatan Godean 2016 kali ini mendatangkan Cak Nun dan Kyai Kanjeng dari Bantul Yogyakarta. Kurang lebih 6.000 jamaah hadir termasuk muspika, para Alim ulama serta masyarakat pengunjung.

Selama hampir 5 jam Cak Nun panggilan akrab Emha IMG_22457929764090[1]Ainun Nadjib tampil memukau ribuan warga Godean yang hadir. Sesekali disela pengajian Cak Nun diselingi dengan tampilan grup musik Kiai Kanjeng. Seperti biasa Cak Nun tampil lepas dengan joke-joke segarnya. Meski Cak Nun berceramah berjam-jam lamanya hampir tak seorang pun diantara pengunjung meninggalkan lokasi. Acara ngaji bareng kiai kelahiran Jombang itu juga diselingi dengan dialog dan tanya jawab dengan beberapa pengunjung. Kegiatan baru berakhir sekitar pukul 14.00 dini hari.

 

Evaluasi Desa Binaan Keluarga Sakinah di Sidorejo

Desa Sidorejo menerima Tim Evaluasi Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) tingkat Kabupaten Sleman, Kamis (25/08/2016) bertempat di Balai Desa Sidorejo. 5 (lima) bidang yang dinilai oleh Tim meliputi Bidang Kehidupan Beragama dan Ibadah dalam Keluarga dan Masyarakat, Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan Keluarga, Bidang Ekonomi Keluarga dan Bidang Hubungan Fungsional Yang Seimbang, Serasi, dan Selaras. Adapun Tim diterima oleh Kepala Desa Sidorejo, Isharyanto.

Sebagai rangkaian acara setelah dilakukan penilaian administrasi selanjutnya dilakukan penilaian lapangan dan tinjau lokasi sampel dimana ada 2 dusun sampel  yang dikunjungi oleh tim evaluasi diantaranya ialah :Dusun Kemirisewu dan Dusun Kliwonan.

IMG_20160825_092020Masyarakat Sidorejo sangat antusias menyambut datangnya Tim Evaluasi terbukti disetiap dusun sampel yang dikunjungi tampil potensi guna penyambutan, potensi tersebut berupa kesenian,kuliner,dan kerajinan. Adapun Tim juga memberikan apresiasi positif terhadap upaya nyata dan luar biasa yang dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur elemen masyarakat maupun pemerintah wilayah dalam mewujudkan Desa Sakinah.

Melalui program Desa Binaan Keluarga Sakinah ( DBKS ) diharapkan akan mampu mempercepat proses dalam mewujudkan keluarga sakinah, secara sistematis dan berkelanjutan melalui tahapan-tahapan yang melibatkan unsur keluarga, masyarakat serta lingkungan yang Islami serta adanya sarana dan prasarana yang memadai.

 

Anomali Cuaca, Waspadalah DBD

Ketidaknormalan cuaca yang masih sering hujan perlu adanya kewaspadaan terhadap peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menunjukkan pada tahun 2015 tercatat 520 kasus DBD dengan 9 kematian, Sedangkan pada bulan Januari hingga 1 Agustus 2016 telah tercatat 540 kasus dengan 7 kematian.

Menghadapai hal tersebut perlu tindakan preventif untuk mencegah terjadinya wabah DBD. Oleh karena itu, warga masyarakat dihimbau untuk  menggalakkan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)  guna mengantisipasi wabah demam berdarah. Gerakan PSN merupakan tindakan yang paling efektif dan efisien dalam memberantas sarang nyamuk penyebab munculnya penyakit demam berdarah dengue (DBD), dibandingkan dengan pengasapan (fogging).  Hal ini juga untuk mengantisipasi terjadinya Kejadian Luar Biasa atau wabah DBD.

PSN bisa dimulai dari keluarga dengan melakukan hal yang paling kecil seperti membuang sampah pada tempatnDBDya dan memberantas sarang nyamuk dengan menguras tempat-tempat penampungan air. Tempat penampungan air bukan hanya bak, bisa juga vas bunga penampung air, perabot rumah tangga seperti kulkas dan rice cooker yang dibelakangnya ada air, tempat minum hewan peliharaan dan lain sebagainya. Bahkan, tenda yang digunakan sebagai atap warung atau kedai pada saat musim hujan juga bisa menampung air. Maka dari itu, air yang tergenang di atas tenda agar dijatuhkan, jangan sampai berganti hari dan menjadi tempat sarang nyamuk.  Pentingnya kesadaran melakukan PSN ini bertujuan untuk memutuskan rantai penularan DBD dan jangan sampai ada kasus.

Masyarakat juga dihimbau untuk mewaspadai setiap kasus demam yang ada dan segera membawanya ke puskesmas terdekat atau unit pelayanan kesehatan lain agar mendapatkan pertolongan. Selain itu, harap melaporkan setiap kasus DBD yang ditemukan masyarakat ke puskesmas.

Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sleman Layani Poliklinik Sore

Upaya RSUD Sleman untuk memberikan pelayanan kesehatan prima kepada masyarakat terus dilakukan. Salah satunya membuka layanan poliklinik sore mulai tanggal 1 Agustus 2016, yang rencananya dilaksanakan setiap hari kecuali Hari Sabtu dan Minggu. Pelayanan poli sore RSUD Sleman dimulai pukul 15.00 dengan pendaftaran pasien dibuka mulai pukul 07.30 sampai dengan 16.00 WIB.

Poliklinik sore ini akan melayani seluruh pasien umum dan pasien dengan penjamin (BPJS , Jamkesda, dan lain-lain). Adapun pelayanan sore hari terdiri dari Klinik Penyakit Dalam, Kebidanan & Kandungan, serta Saraf dan Bedah. Sedangkan Jadwal Praktek Dokter Poliklinik Sore yakni :

NO POLIKLINIK NAMA DOKTER HARI JAM
1. KLINIK DALAM dr. Ali Baswedan, Sp.PD Senin, Rabu, Jum’at 15.00 s.d selesai
dr. Dessy NP, Sp.PD Selasa 15.00 s.d selesai
dr. Ellipta Hapsari, Sp.PD Kamis 15.00 s.d selesai
2. KLINIK OBSGYN dr. Achmad Priyadi, Sp.OG Senin, Rabu 15.00 s.d selesai
dr. Laili Chilmawati, Sp.OG Selasa, Kamis 15.00 s.d selesai
3. KLINIK BEDAH UMUM dr. Heri Setyanto, Sp. B Rabu 15.00 s.d selesai
dr. Budi Cahyono P, Sp. B Senin, Sabtu 15.00 s.d selesai
dr. Ahkob Krisnanto, Sp.B Selasa, Kamis 15.00 s.d selesai
4. KLINIK SYARAF dr. Purwaningsih B, Sp.S Rabu, Jum’at 15.00 s.d selesai
dr. Eni Nurhidayati, Sp. S Senin, Kamis 15.00 s.d selesai

Jadwal Pendaftaran Poliklinik Sore

* Pendaftaran dan BPJS dilayani jam 07.30 s.d 16.00 WIB

* Pendaftaran dapat dilakukan via telepon ke nomor telp. (0274) 868437 ext. 134 atau ext. 100